Kamis, 23 Juni 2011

Hormat Bendera, Kewajiban dan Kebatilan?

Hormat Bendera, Kewajiban dan Kebatilan?
Dua sekolah di wilayah Kabupaten Karanganyar (yakni SMP Al Irsyad Al Islamiyah di Tawangmangu dan sekolah SD Ist Al Albani, Matesi, Jawa Tengah) diduga enggan melakukan penghormatan kepada bendera merah putih. Pihaknya sekolah beralasan, menghormat bendera berarti menyamakan dengan menyembah Tuhan.
Mendapat laporan tersebut Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyatakan akan menindaklanjutinya. Jika memang nantinya terbukti, maka pihak pemerintah kabupaten (pemkab) setempat akan memberikan sanksi bahkan tidak menutup kemungkinan dua sekolah itu bakal ditutup karena dianggap menyimpang dan makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih lanjut bupati yang juga tersangkut kasus dugaan korupsi Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dan sedang ditangani Kejaksaan Tinggi jateng ini mengatakan sebagaimana dikutip news.okezone.com, “Saya katakan NKRI adalah harga mati. Kalau sudah tidak menghormati bendera, tidak mau membaca Pancasila dan UUD 45, dan tidak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya, ini apa? Mau dibawa kemana anak-anak kita?” kata Rina kepada wartawan, Senin (7/6/2011).
Sebenaranya hal ini (masalah hormat bendera) hanyalah penegasan sikap penguasa terhadap sikap rakyatnya yang tidak mau menghormat bendera. Sebelumnya penryataan salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kebudayaan, KH Cholil Ridwan, yang berpendapat jika menghormati bendera adalah haram hukumnya, lumayan memicu kehebohan dan tanggapan berbagai pakar yang merasa dirinya nasionalis dan patriotis.

Menurut ustadz Cholil seperti yang dilansir dalam tanya jawab yang dipublikasikan Majalah Suara Islam: Mengenai hukum menghormati bendera, sejumlah ulama Saudi Arabia yang bernaung dalam Lembaga Tetap Pengkajian Ilmiah dan Riset Fatwa (Lajnah ad Daimah li al Buhuts al ‘Ilmiyyah wa al Ifta) telah mengeluarkan fatwa dengan judul ‘Hukum Menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Hormat Bendera’, tertanggal 26 Desember 2003.
Tentu saja orang-orang yang merasa dirinya nasionalis geram dengan fatwa semacam ini, dianggapnya hal ini penghinaan dan bukti ketidakcintaan pada negara. sebagaimana yang dilakukan aparat keamanan yang buru-buru memeriksa para aktifis PKS yang dianggap menginjak-injak kain berwarna merah putih dalam suatu acara (bandingkan dengan perlakuan aparat terhadap para personel Band Dewa 19 yang jelas-jelas menginjak kain bermotifkan lafadz kaligrafi Allah-mereka sama sekali tidak ditindak).

Lebih aneh lagi sikap sebagian orang yang mengaku ulama kaum muslimin agar disebut moderat mereka buru-buru mengatakan bahwa menghormat bendera tidak sama dengan menyembah bendera, okelah jika itu memang itu benar karena kita juga tidak mengatakan bahwa semua orang yang menghormat bendera sama dengan syirik, sebab fatwa itu juga hanya menyebutkan bahwa menghormati bendera merupakan sarana menuju kesyirikan, hanya sarana atau alat, belum tentu sampai, tergantung niatnya, sebagaimana kata para ulama penghormat bendera.namun bukanlah lebih selamat jika kita menghindari jalan yang menuju kesyirikan, sebagaimana kita menghindari jalan yang menuju jurang?

Jika mereka mengatakan tidak semua hormat bendera itu syirik,toh kita juga boleh mengatakan bahwa tidak menghorat bendera juga tidak berarti tidak cinta tanah air dan kurang patriotis. malulah kita dengan Tengku Abdul Jalil atau Kyai Zainal Mustofa yang syahid melawan Jepang, hanya "gara-gara'tidak mau membungkuk badan ke arah timur, yang mereka anggap penghormatan itu sebagai ibadah. Jika dianggap terlalu jauh, bolehlah bandingkan, siapa yang paling berani menentang infiltrasi asing seperti Amerika,juga Israel ke Indonesia? apakah para nasionalis yang sembunyi di Singapura setelah menilep duit rakyat ataukah para dai dan mujahid Islam yang sering mereka sebut fundamentalis, bahkan teroris.

Rasanya kutipan seorang kawan ini cukup menyentil hati yang masih sehat dan akal yang masih berfungsi, " Hormat bukan berarti menyembah=iya betul! tapi tidak hormat bendera bukan berarti juga tidak patriotisme dan cinta tanah air…!

Hormat bendera bagi saya adalah sia-sia dan pekerjaan mubazir…ngapain hormat ke benda mati! beda kalo saya menghormati Presidan, Menteri, Gubernur bahkan Pak RT sekalipun…. saya sangat hormat kepada mereka! tapi hormat saya kepada mereka juga bukan disimbolkan dengan gerakan hormat! berapa banyak orang yg melakukan gerakan hormat tapi nyatanya mereka adalah para koruptor di lembaga2 negara yg dihormati!

http://www.muslimdaily.net/features/7706/hormat-benderakewajiban-dan-kebatilan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar